Beberapa waktu yang lalu aku kepikiran dengan salah satu hal, ini beranjak setelah nonton beberapa video pendek-panjang self-improvements dari orang-orang hebat yang beragam, bisa saja tentang karir, hubungan pertemanan, pandangan hidup, dan masih banyak lagi, cukup random sebenarnya. Ada satu hal yang menarik perhatianku ketika mendengar solusi-solusi yang di paparkan oleh mereka.
Ketika sedang tertimpa suatu masalah, bisa itu kerjaan, pertemanan, keluarga, karir, emosional, dan lain-lain. Terkadang kita dapat menemukan solusi-solusi dari permasalahan tersebut jika kita mencari nya di media ataupun ngobrol dengan teman, yang sulit nya adalah ternyata solusi dari suatu masalah itu tidak hanya cuma satu solusi, bisa banyak, dan bahkan kebalikan dari suatu solusi bisa jadi solusi itu sendiri, bingung? sini aku coba jelasin.
Pernah dengar dengan pernyataan kalau kita ingin berkembang, kita harus keluar di zona nyaman? ada penyataan lain yang bilang sebaliknya, katanya seharusnya yang kita lakukan kalau ingin berkembang, kita perlu bertumbuh di zona nyaman itu sendiri, ibarat tanaman kalau tidak di tempat yang seharusnya ia tidak akan bisa tumbuh dengan sehat, atau seorang anak yang lahir di keluarga yang tidak mendukung nya gimana dia bisa tumbuh (?).
Terdengar dualisme kan?
Ada juga yang lain, misal ketika kamu sedang sedih tertimpa masalah, takut menunggu hasil pengumuman, bisa saja hasil ujian, interview, dll…, mungkin teman mu bakalan support kamu dan bilang, “tenang … positif thinking aja”, yap itu bisa jadi solusi biar kamu lebih tenang dan tidak terlalu memikirkan hasil yang akan terjadi, tapi.. bagaimana jika hasil yang terjadi sebaliknya dan tidak sesuai harapanmu (?), Bukankah yang seharusnya menjadi solusi adalah sebaliknya, negatif thinking …, negatif thinking bisa saja membuat kita tidak kecewa lebih jauh, menurunkan ekspektasi, itu membuat kita lebih siap, jika tidak sesuai pun kita bisa sangat lebih senang lagi, karena hasilnya baik.
Di sana aku berpikir, cara terbaik memandang solusi-solusi praktis ini hal ini adalah dengan mengakui bahwa setiap orang punya cara nya masing-masing yang cocok dan sesuai keadaannya, tidak bisa di pukul rata. Yang masuk akal di kita bisa jadi tidak untuk orang lain, begitu juga sebaliknya, dan yang masuk akal oleh kita maupun orang lain itu bisa berubah.